Tampilkan postingan dengan label info of healthy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info of healthy. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Januari 2010

Apakah Virus HIV/AIDS Dapat Tertular Melalui Gigitan Nyamuk?

Penyebab Penyakit AIDS adalah Virus yang disebut HIV. Kamu juga mungkin sudah tahu salah satu penularan AIDS adalah dengan berpindahnya Virus HIV pada transfusi darah dan lewat jarum suntik.

http://www.wonogirikab.go.id/pustaka/chikungunya.jpg
Nah, nyamuk yang senantiasa menghisap darah juga memiliki “jarum suntik”kan? lantas, apakah AIDS ini juga bisa menular melalui gigitan nyamuk? Jawabannya adalah TIDAK. Tapi mengapa demikian? Bukankah nyamuk juga menghisap darah dan bisa juga terjadi darah itu kemudian “berpindah” ke tubuh orang lain yang kemudian digigitnya?
http://www.roshanpakistan.com/web-magzine/Health/imgs/aids-hiv-anatomy.gif

Penjelasan mengapa nyamuk tidak menularkan dan menyebarkan penyakit AIDS adalah :
Virus HIV tidak dapat “hidup” pada tubuh nyamuk. Tidak seperti halnya penyebab malaria dan Demam berdarah yaitu plasmodium (bukan virus lho!) yang merasa cocok “numpang” pada tubuh nyamuk.

Berdasarkan peneilitan, jumlah darah minimal yang dapat “menularkan” AIDS adalah sebesar 0.1 ml, jumlah yang mencukupi “ikut” pada jarum suntik. Sementara “jarum nyamuk” yang demikian halus, tentu tidak membawa darah sebanyak itu.

Sudah jelaskan sekarang mengapa nyamuk yang bisa menularkan berbagai penyakit mengerikan seperti Malaria dan Demam Berdarah, tidaklah bisa menularkan penyakit AIDS.

Sumber :
b0cah.org
Read rest of entry

Minggu, 20 Desember 2009

Flu Bisa Picu Serangan Jantung ....???

Para penderita jantung mesti berhati-hati bila terserang flu. Sebab, berdasarkan studi terbaru, virus flu dapat memicu serangan jantung. Di tengah-tengah merebaknya kasus flu babi, sejumlah ilmuwan memperingatkan agar para pengidap penyakit jantung segera mendapat vaksin flu babi guna mencegah gangguan kesehatan yang lebih parah. Terlebih saat musim penyebaran flu mulai datang.
Peringatan tersebut diberikan pasca-analisis terhadap 39 kasus pasien jantung. Para ilmuwan menemukan adanya kaitan yang erat antara penyakit flu dengan serangan jantung. Lebih dari setengah kematian pasien flu disebabkan karena serangan jantung. "Kesimpulan ini cukup kuat dan logis. Salah jika diabaikan begitu saja", ujar Ralph Brindis, Wakil Ketua American College of Cardiology, seperti dikutip Associated Press, belum lama ini.
Para peneliti telah lama mengetahui flu dapat memperburuk kondisi kesehatan seseorang. Virus flu dapat mengakibatkan peradangan dalam tubuh, khususnya organ paru-paru. Pasien jantung adalah salah satu yang paling rentan selama pandemi flu. Pada pasien jantung, virus dapat menimbulkan pembengkakan di sekitar jantung atau arteri yang menimbulkan gumpalan. Inilah menyebabkan serangan jantung.
Hanya saja, para ahli belum mengetahui secara pasti temuan itu juga berlaku untuk orang yang tidak memiliki riwayat penyakit jantung. Kemungkinan itu bisa muncul, terutama bila orang tersebut memiliki riwayat tekanan darah tinggi atau kegemukan.
Read rest of entry

Rabu, 16 Desember 2009

Sirsak Jadi Obat Kanker

SEBUAH penelitian di Purdue University membuktikan, buah sirsak (Anona muricata Linn) mampu membunuh sel kanker secara efektif, terutama sel kanker prostat, pankreas, dan paru-paru. Bahkan, beberapa peneliti di Health Sciences Institute mengakui jika buah sirsak memberikan efek anti tumor/kanker yang sangat kuat, dan terbukti secara medis menyembuhkan segala jenis kanker.

Selain menyembuhkan kanker, buah sirsak juga berfungsi sebagai antibakteri, antijamur (fungi), efektif melawan berbagai jenis parasit/cacing, menurunkan tekanan darah tinggi, depresi, stres, dan menormalkan kembali sistem syaraf yang kurang baik.

Hasil riset beberapa universitas itu membuktikan manfaat sekaligus kelebihan buah sirsak, antara lain bisa menyerang sel kanker dengan aman dan efektif secara alami (tanpa rasa mual, berat badan turun, rambut rontok, seperti yang terjadi pada terapi kemo), melindungi sistem kekebalan tubuh dan mencegah dari infeksi yang mematikan.
Read rest of entry

Bahaya gula....???

Semua gula dalam makanan yang kita makan sehari-hari ternyata tak hanya meningkatkan risiko obesitas dan diabetes tipe 2, tapi juga dapat memangkas umur manusia. Sebuah laporan yang dipublikasikan dalam Cell Metabolism menyatakan bahwa bagi cacing Caenorhabditis elegans,yang diberi makan gula, hidup itu memang manis tapi singkat.

Hanya dengan menambahkan sedikit glukosa pada makanan C. elegans, cacing itu bakal kehilangan 0,2 persen masa hidup normalnya. Para ilmuwan melacak adanya efek sinyal insulin, yang dapat menghalangi molekul lain yang berperan dapat memperpanjang usia nematoda itu.

Meskipun studi itu dilakukan terhadap cacing, Cynthia Kenyon dari University of California, San Francisco, Amerika Serikat, menyatakan ada banyak kemiripan antara cacing dan manusia dalam jalur penandaan insulin. Kenyon langsung mengubah kebiasaan makannya dan beralih pada menu diet rendah karbohidrat, setelah mengetahui hasil studi tersebut. Kini dia menyingkirkan makanan penutup dan makanan kaya tepung dari meja makannya. "Pada awal 1990-an, kami menemukan mutasi yang dapat melipatgandakan rentang usia normal cacing ini," kata Kenyon. "Mutasi itu mempengaruhi penandaan insulin."

Mutasi pada gen daf-2 terbukti secara spesifik memperlambat penuaan dan melipatgandakan rentang usia. Usia yang lebih panjang itu juga bergantung pada faktor transkripsi FOXO lain, yang disebut DAF-16, dan faktor heat shock HSF-1.

Kini para ilmuwan menunjukkan bahwa faktor yang sama juga terlibat dalam menentukan usia cacing yang diberi makan glukosa. Begitu kuatnya dampak glukosa juga membuat mutasi gen daf-2 tak mampu memperpanjang usia cacing.

Cacing yang diberi makan glukosa memperlihatkan penyusutan saluran aquaporin, yang mentransportasi gliserol, zat yang dibutuhkan oleh tubuh untuk menghasilkan glukosa sendiri. "Jika kekurangan glukosa, tubuh membuatnya sendiri dengan gliserol," kata Kenyon.

Studi lanjutan memang diperlukan untuk melihat apakah efek gula yang sama dialami tikus, bahkan manusia. "Meski belum memahami mekanisme glukosa memperpendek usia hidup C. elegans, fakta bahwa saluran transportasi aquaporin mamalia diatur oleh insulin meningkatkan kemungkinan bahwa glukosa juga dapat memperpendek rentang usia manusia," kata Kenyon.

sumber : tempointeraktif.com
Read rest of entry

Comment Here.....


ShoutMix chat widget
 

Term of Use